Kitab Pembebasan
Judul: Kitab Pembebasan
Sub Judul: Tafsir Progresif Atas Kisah-kisah dalam Al-Qur’an
Pengarang: Eko Prasetyo
Penerbit: Penerbit Beranda
Tahun: 2016
Cetakan: 1
Halaman: 354 hal
Harga: Rp. 100.000,-
ISBN: 978-602-74184-0-0
Kitab Pembebasan merupakan buku tafsir progresif dari sejarah peradaban para nabi yang tercatat di dalam Al-Qur’an. Eko Prasetyo membuat sebuah pengertian baru tentang Islam, bahwa ajaran-ajaran Islam pada zaman nabi tidaklah ajaran ubudiyah semata, tetapi juga ajaran tentang kemanusiaan dan agama dijadikan sebagai medium perjuangan atas segala bentuk penindasan.
Jika kita selama ini mengenal nabi-nabi dari mukjizat-mukjizatnya, mengenal mereka dari kesalehannya, dan mengenal mereka dari hubungan mereka dengan Allah. Melalui buku ini, Eko Prasetyo menghidupkan kembali kisah-kisah suci dalam Al-Qur’an sebagai panggilan untuk melakukan perubahan nyata melalui Kitab Pembebasan. Ia menantang pembaca untuk melihat sisi revolusioner dari sejarah para utusan Tuhan yang penuh semangat perjuangan. Baginya, teks suci kehilangan maknanya jika hanya dipahami secara metafisik tanpa menyentuh upaya pembebasan manusia dari belenggu ketidakadilan dan kesewenang-wenangan kekuasaan.
Melalui buku ini, kita seolah diajak menyelami langsung pengalaman para nabi, menghayati keberanian Ibrahim hingga kegelisahan Yusuf. Sosok-sosok suci ini tidak lagi dipandang sebagai figur sejarah belaka, melainkan simbol perlawanan sosial yang sangat relevan dengan isu masa kini. Penulis berhasil menjembatani ajaran Islam dengan persoalan nyata seperti kemiskinan dan kesewenang-wenangan, menegaskan bahwa kemerdekaan batin dan kemerdekaan sosial hanya bisa dicapai melalui perjuangan melawan ketidakadilan.
Di dalam buku ini, Eko tidak sekadar menjelaskan secara ekspositoris, tetapi melibatkan pembaca dalam pembacaan ulang kisah-kisah lama melalui lensa kritik sosial dan kemanusiaan. Gaya bahasa bernuansa “progresif tafsir” sehingga terasa seperti dialog antara teks klasik dan realitas kontemporer. Bahasanya kaya dengan refleksi dan sering memadukan kutipan klasik figur-figur sejarah dengan komentar sosial kontemporer, sehingga pembaca diajak berpikir, bukan hanya menerima. Pendekatan ini membawa nuansa baru dalam tradisi penafsiran agama.
Yang menarik, Kitab Pembebasan tidak menawarkan “resep instan” pembebasan. Justru pembaca diajak memahami bahwa pembebasan adalah proses panjang, penuh konflik, dan menuntut keberanian untuk melawan arus dominan. Di sini, Eko konsisten menempatkan rakyat sebagai subjek sejarah, bukan objek belas kasihan. Dan yang paling menarik lainnya adalah kita akan tertakjub-takjub bahwa para nabi-nabi terdahulu adalah orang-orang yang radikal dalam pemikiran dan gerakan, sehingga nilai Islam dapat termanifestasikan secara nyata di dalam tubuh masyarakat.
Keuggulan dari buku ini adalah pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tafsir progresif, yaitu menggunakan kisah-kisah yang terkandung di dalam Al-Qur’an sebagai landasan kritik sosial, bukan hanya sebagai narasi ibadah semata. Narasi di dalam buku ini juga sangat menggugah hati siapa pun yang membacanya. Hebatnya, di dalam buku ini kita akan menemukan relasi antara teks dengan realitas sosial. Menarik garis merah antara sejarah para nabi dan sikap perlawanan mereka terhadap penindasan. Buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh kaum muda yang memiliki gelora pergerakan dan aktivis, sehingga semangat juang para nabi dapat menjadi bara api mereka untuk terus berpihak pada rakyat kecil.
Kekurangan dalam buku ini adalah Bahasa yang digunakan terkadang cukup berat bagi orang awam. Gaya puitik dan argumentatif dalam narasi-narasinya terkadang terasa padat dan menuntut konsentrasi tinggi. Jika dibandingkan buku tafsir klasik atau buku akademik kajian Islam, struktur argumentasi tidak selalu sistematis secara ilmiah. Selain itu, buku ini hanya terfokus pada aspek kritik sosial saja, dari pada penjelasan teologis secara mendalam.
Sebagai sebuah karya tafsir progresif, Kitab Pembebasan menggugah kesadaran bahwa ajaran suci tidak hanya berbicara tentang ritual, tetapi juga mengajak untuk memperjuangkan keadilan sosial dan kemanusiaan. Buku ini layak dibaca oleh mereka yang ingin memahami hubungan antara narasi agama dan realitas sosial kontemporer, khususnya pembaca yang siap berhadapan dengan pembacaan teks kritis dan reflektif.
