Site icon Floksis

Roar (2022)

Roar, merupakan serial antologi drama yang tayang di Apple TV+. Serial ini tayang dengan bumbu-bumbu komedi yang cukup gelap dan mengangkat realisme magis dalam beberapa episodenya. Serial ini terdiri dari 8 episode yang setiap episodenya berdurasi sekitar 30-37 menit. Yang paling seru di serial ini adalah setiap episodenya mengangkat cerita perempuan dari berbagai perspektif yang unik. Tidak jarang juga ditemukan ada beberapa episode memiliki jalur cerita yang absurd atau metaforis. Cerita-cerita yang diangkat di setiap episodenya diadaptasi  dari koleksi cerpen karya Cecilia Ahern.

Serial Roar yang disutradarai oleh Liz Flahive & Carly Mensch ini rilis pada tanggal 15 April 2022. Yang makin membuat serial ini menarik selain dari segi ceritanya dan fantasinya, jajaran pemerannya membuat kita semakin merasa ‘waw’ setiap menonton masing-masing episodenya. Bayangkan saja artis-artis papan atas seperti Betty Gilpin, Fivel Stewart, hingga Nicole Kidman menjadi pemeran di serial ini.

Secara garis besar, serial ini mencoba mengeksplorasi tema-tema besar tentang apa artinya menjadi perempuan di dunia modern. Pembahasannya dimulai dari identitas, harapan sosial, ekspektasi di tempat kerja, sampai hubungan pribadi. Tentunya narasi dalam serial ini disajikan dengan pendekatan yang metaforis fantasi. Beberapa contoh premisnya yang cukup menggelitik akal sehat hingga ekstrem, seperti cerita tentang hubungan asmara dengan seekor bebek yang ‘berbicara’ atau perempuan yang memakan foto untuk kembali ke kenangan masa kecil.

Secara keseluruhan episode, serial ini memang layak untuk ditonton karena taburan bintang yang memerankannya, gaya visual dan ide kreatif yang sering kali membuat kita terpukau, hingga topik-topik penting seperti gender, kekuasaan, dan identitas dibawa dengan pendekatan puitis atau metaforis, bukan sekadar drama biasa. Namun di sisi lain, serial ini juga memiliki celah akan narasi yang tidak konsisten, karena beberapa episodenya ditemukan kuat dan bermakna, tapi episode yang lainnya terasa klise atau kurang matang secara cerita. Saking absurdnya, adegan-adegan yang dimaksudkan lucu atau simbolis kadang lebih bikin bingung atau tidak nyaman ketimbang menghibur, contohnya hubungan dengan bebek.

Roar pantas diapresiasi sebagai seri yang berani berbeda dan punya pesan kuat tentang perempuan. Kalau ingin mengenal atau tertarik sama drama feminis dengan konsep kreatif dan pemeran top, Roar layak dicoba satu dua episode dulu. Namun yang jadi catatan penting, jangan sekali-kali berharap semuanya akan “klik”, karena cerita serial ini terkadang hasilnya hit or miss tergantung selera cerita yang menonton. Serial ini pada dasarnya cocok ditonton kalau kita suka cerita antologi yang provokatif, estetis, dan siap memaknai simbolisme. Namun, serial ini jadi kurang cocok kalau kita lebih suka alur cerita yang simpel dan linear.

Exit mobile version