Sepak bola merupakan olah raga yang sangat membumi. Dari segala level strata kehidupan, permainan ini akan selalu ada dan digemari sepanjang masa. Sepak bola juga merupakan olah raga yang paling banyak diminati dibandingkan dengan olah raga lainnya. Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap olah raga ini memang tidak diragukan lagi.
Dalam persepakbolaan, terdapat banyak perlombaan yang diusung oleh setiap elemen masyarakat. Di perkampungan, kita akan menemukan perlombaan antar kampung yang saling unjuk gigi kebolehan kampungnya. Di perkotaan, kita juga akan menemukan klub-klub kecil tingkat komunitas saling beradu gocek untuk menentukan klub mana yang paling oke. Di tingkat nasional, kita akan menemukan pertandingan yang diusung oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di segala bentuk level pertandingan. Di tingkat dunia, terdapat FIFA yang mengatur dan mengarahkan seluruh federasi persepakbolaan di dunia ini.
Berbicara tentang FIFA, mereka akan mengadakan pertandingan piala dunia U-20 dan menjadikan Indonesia sebagai tuan rumahnya. Kabar gembira ini menjadi debu yang tertiup angin, hilang tak berbekas ketika di waktu injury time Indonesia memutuskan untuk tidak dapat menjadi tuan rumah penyelenggaraan bergengsi ini. Hal ini disebabkan karena Israel menjadi salah satu peserta yang akan bertanding di piala dunia ini. Sungguh sangat disayangkan.
Pasalnya, Indonesia memang secara rancangan konstitusi dalam UUD 1945 menyatakan bahwa Indonesia tidak menerima segala bentuk penjajahan di muka bumi ini. Israel, sebagai sebuah negara dipandang oleh Indonesia sebagai negara yang melakukan tindak kolonialisme dan imperialisme ke bumi Palestina. Dalam sebuah sejarah juga presiden Soekarno pernah menolak kedatangan Israel di ajang Asian Games tahun 1962. Selain itu juga Soekarno pernah menolak Israel pada penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955.
Jika kita melihat sejarah, kita memang tidak ingin Israel menginjakkan kaki di negeri tercinta kita. Wajar bila pemerintah mengambil sikap seperti itu. Amat disayangkan apabila FIFA sebagai federasi pusat tidak ingin berkompromi dengan idealisme negara kita. Faktanya, FIFA memang selalu tembang pilih dalam mengambil keputusan. Pada pagelaran piala dunia di Qatar kemarin saja Rusia diboikot langsung oleh FIFA untuk tidak ikut serta dalam piala dunia karena perang yang dilakukan negara tersebut ke negara Ukraina. Namun, mengapa FIFA juga tidak memboikot Israel karena melakukan penjajahan ke negeri Palestina?

